Selasa, 08 Januari 2019

Hanya Berharap Samawa

Menikah...
Adalah salah satu ibadah yang sangat di nanti setiap manusia.
Memang, karena menikah selain mendapat pahala juga merupakan ibadah ternikmat bagi kebanyakan manusia.

Berharap untuk cepat dewasa agar segera merasakan bagaimana bahtera rumah tangga yang akan di bina. Juga mahligai cinta seperti apa yang hendak di bangun bersama. (Inilai yang sempat ku tilik dari percakapan teman-temanku sebaya 😊).

Tapi Menikah...
bukan cuma romantisme semata.
juga tak hanya manis yang di rasa.
asam garam rumah tangga tak luput dari kisah asmara yang di jalin oleh dua manusia. Dan tak satupun manusia hidup tanpa ujian yang di berikan oleh Allah azza wa jalla.

Sakinah Mawaddah juga Warahmah.
Merupakan sesuatu yang pasti diharapkan agar tercipta dalam tali pernikahan nantinya.

Tak hanya itu.
Manhaj yang sama juga merupakan salah satu syarat demi keselamatan dalam keluarga kecil yang nanti akan di bina.

Bedanya manhaj adalah sesuatu yang berbahaya dalam tali pernikahan.
Bisa-bisa akibat beda nya pemahaman dalam beragama antara suami dan istri dapat menarik pasangannya itu ke pemahaman yang menyimpang.

Tak hanya itu, berbeda nya manhaj bagi dua sejoli ini juga akan berdampak pada si anak.
Anak adalah peniru ulung, apa yang dilihat pasti bakal di jiplak. Perbedaan pendapat/ cara beragama orang tua tak menutup kemungkinan bahwa kebingungan anak pasti melanda.

Sebagai wanita yang tengah menanti.
Tak pelak aku berharap bahwa yang nanti datang ialah dia yang baik agama dan perangai nya.
Juga manhaj salafus shalih yang dalam genggamannya.

📝(Ummu Sumayyah)
       Amalia Permata
02 Jumadil Awwal 1440 H| 08 Januari 2019 M

Kamis, 03 Januari 2019

Niat hijrah ku berangsur padam ?

Wahai ukhti wa akhi...
Apakah pernah terlintas di benakmu mengenai kalimat ini ?

"Niat hijrahmu dulu, kini mulai meredup".
Apa yang hendak di lakukan, jikalau engkau merasakan ?.

Bangkitkah ? atau diam ?..

Aku..

Aku adalah manusia yang imannya acap kali berfluktuasi.
Berusaha melawan hawa nafsu, yang sulit tuk di kendali.
Juga mencoba tuk menangkis rayuan maut dari musuh-musuh para hamba Allahu rabbi.

Ukhti wa Akhi...
Kita sama.
Sama-sama hamba nya yang hina, yang tengah mencari keridhoan nya.

Untukmu,,
Marilah meningkatkan keimanan kita.
Berlatih dalam menangkal futur yang melanda.
Duhai...
Paksakan lah dalam berlaku ketaatan.

Yakinlah...
Bahwa sulit di dunia.
Maka ada surga yang kelak menjadi balasannya.

Tapi surga,, hanya di janjikan untuk orang-orang yang bertakwa.

Angan kita bagai film fantasi yang sangat menggugah.
Terlalu tinggi  dalam mengharapakan tuk dapatkan tempatnya.
Tapi apakah dengan ibadah yang minim ini kita bisa menjadi salah satu bagian dari mereka di jannahnya?.
.....

Niat hijrahmu kini mulai meredup ?.
Ingatlah fase dimana awal hijrah kita dulu.
Fase di mana sulitnya kita merubah kebiasaan.
Fase di mana kita sedikit nge-rem untuk suatu hal yang sia-sia.

Usaha mu dulu yang perlahan meninggalkan teman buruk mu.
Meninggalkan hobi mu.
Menumpaskan semua cita mu sebab bertentangan dengan syariat.

Ingatkah dengan semangatmu yang berkobar ketika di awal hijrah dulu ?.
Tatkala mencari dan menanti dimana letak masjid yang hendak mengadakan kajian.

Memenuhi lemari dengan mengumpulkan pakaian-pakaian syar'i.
Sungguh malu rasanya jika kini niat itu mengendur atau bahkan lenyap tanpa jejaknya lagi.

Duhai diri...
Betapa bodohnya dikau, jikalau kau pergi meninggalkan hidayah yang telah di berikan olehnya. Padahal banyak orang yang mengharap agar di berikan hidayah yang mahal itu untuk diri nya maupun keluarganya.

Namun kini,, setelah hidayah menyapa.
Engkau berpaling tanpa menoleh ke saat dimana baru mengenalnya.

Sungguh ...
Sungguh aneh yang ada.
Jika apa yang dilakukan dulu,, kini hanya di sia-siakan saja begitu.

📝(Ummu Sumayyah)
27 Rabbiul Akhir 1440 H|3 Januari 2019 M
Hanya goresan penggugah iman pribadi.