Rabu, 28 November 2018

Bagai Menemukan Arah Pulang.

Bila ditanya....
Apakah pernah percaya dengan hal-hal yang mistis ?.
Percaya akan ucapan beberapa orang yang terkenal bernamakan paranormal ?.
Percaya dengan mitos yang di ceritakan para tetua dalam keluarga ?.
Percaya akan tahayul, bid'ah, dan khurafat yang merajalela ?.

Mungkin aku adalah salah satunya.
Namun kini ku temukan arah pulang.
Sehabis dilingkupi dengan hal yang berbau kesyirikan, hadirlah satu dakwah yang membuat cintaku jatuh padanya.

Didalamnya penuh dengan kehusyukan, kelembutan, cinta, dan kasih sayang juga penuh dengan kenikmatan serta kebajikkan.

Ya inilah dakwah para salafush shalih yang ku rasa.
Ku nikmati lembar-lembar kitab yang dijelaskan oleh para ustadz dan ustadzah.
Ku usahakan tuk mengerti dengan semua yang telah Allah dan Rasul katakan melalui penjelasan yang disampaikan gamblang oleh mereka. Juga berusaha mengamalkannya perlahan sebisa dan semampunya.

Ketika kitab tauhid yang ku buka. Dan ku baca perlembarnya. Sembari ungkapan lirih yang ku dengar dari para asatidz asatidzah.
Baru ku mengenal semuanya.
Ternyata memang, semua yang dianggap baik oleh kebanyakan manusia belum tentu baik di mata Allah dan Rasulullah.

Syukur ku ucapkan karena ia(Allah) masih memberi ku kesempatan tuk membenahi kesalahan.
Syukur ku haturkan karena ia memilihku dari berjuta-juta orang tuk diberikannya petunjuk yang benar.


Hidayah yang menyapa.
Bagai mentari yang menerangi setelah pupusnya gelap malam.

Namun sejatinya hidayah bukan dinanti.
Tetapi ia harus di cari dan di hampiri.

Mungkin dahulu sinyal hidayah telah diberikan olehnya. Namun aku saja yang tidak peka. Kini ketika ia telah menyapa. Kuharapkan ia tetap selalu ada meliputi tubuh ringkih ini yang kerap berlumur dengan dosa.

Ketika hijrah adalah langkah yang harus di usahakan. Ku kembali berharap keistiqomahan senantiasa menetap direlung hati terdalam.

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Allahumma mushorrifal quluub shorrif  quluubanaa ‘ala tho’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!].

📝(Ummu Sumayyah)
20 Rabiul Awwal 1440 H|28 November 2018 M



Tidak ada komentar:

Posting Komentar