Dan akhirnya aku mengerti.
Betapa sulitnya hijrah ini.
Ketika diri harus berdiri sendiri.
Tanpa ada seseorang yang menemani.
Sahabatku...
Ingatkah perjanjian kita dulu.
Bahwa kita akan selalu bersatu.
Pabila banyak yang mencerca ku.
Ada kamu yang menghapus air mata ku.
Dan pabila ada yang menghina mu.
Ada aku yang juga mengasihimu.
Hijrah itu sangat sulit.
Tapi aku yakin, bahwa perih yang terasa akan sirna bila ada seseorang yang siaga menghapusnya.
Aku harap tak ada jarak di antara kita.
Bila akhirnya suatu masalah menimpa kita.
Dan persahabatan kita hampir bersekat karenanya.
Ingatlah kembali perjanjian kita .
Bahwa kita bersama demi menjadi sebaik-baiknya hamba.
Semoga harapanku ini merupakan harapan yang juga terpaut dalam hatimu.
Jangan kecewakan aku.
Dengan perginya kamu dari diriku.
Ketika aku pernah melakukan kesalahan padamu.
Ku harap kata maaf selalu terbuka luas dalam hatimu.
Terimakasih dariku karena sudah menemaniku dalam proses hijrahku.
📝(Ummu Sumayyah)
04 RabiulAwwal 1440 H|12 Novemver 2018 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar