Berhenti dalam memikirkan masalah hati.
Menamatkan kisah khayal yang sibuk mengusik semua angan.
Menghentikan semua rasa yang dulu sempat tertanam dalam.
Duhai...
Tadinya ber angan menjadikan kisah Ibunda Fatimah ini sebagai acuan diri dalam menanti sang kekasih, yaitu dengan menantinya dalam diam.
Telah bermacam cara kisah asmara ini di realisasikan.
Menautkan namanya dalam do'a ?
Kini telah menjadi sebuah kenangan.
hanya meninggalkan goresan tak bermakna dalam catatan do'aku di setiap pekan.
Mewariskan ulasan lusuh yang sempat menjadi kawan bagiku dalam meriwayatkan kisah cinta ku yang terpendam.
Sungguh...
Semakin aku berharap, ia semakin jauh yang ku dapat.
Semakin aku mengingat, ia semakin hilang tanpa jejak.
Duhai diri...
Hentikanlah semua angan.
enyahkan ilusi yang justru merusak hati.
Hati...
Yakinlah,,
Bahwa, jikalau yang kamu harapkan itu menjauh.
Berarti ia bukanlah yang terbaik untukmu.
Jikalau yang kamu harapkan itu semakin menjauh.
Berarti Allah menyayangimu dengan menjauhkannya dari dirimu.
Apabila dia tidak dibersamakan denganmu.
Yakinlah, bahwa Allah kan berikan seseorang yang lebih pantas darinya untuk di sandingkan dengan mu.
📝(Ummu Sumayyah)
22 Rabiul Akhir 1440 H|29 Desember 2018 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar