Jumat, 26 Juli 2019

Aku mampu untuk sendiri

Sepertinya akan ada banyak kata yang akan di rangkai lagi. Sebab apa yang terjadi telah membuat diri ber-nostalgia dengan kisah yang dulu sempat menyayat hati.

Dan akhirnya memang benar. Bahwa air mata itu mulai lagi berlinang membasahi pipi.
Dulu,,, adalah saatnya tidak sendiri untuk merasakan segala ujian yang Allah  berikan. ada teman yang senantiasa berada di sisi, sehingga dikala dada terasa sesak merekalah yang menenangkan hati.

Namun kini,  adalah hari dimulainya kisah baru yang mungkin bila dicatat, akan memenuhi setiap lembar buku catatan harianku.
Inilah saatnya aku harus berani menghadapi meski hanya seorang diri.
Berani melangkah sendiri dengan prinsip yang sudah sejak lama digenggam ini.

Tidak patah bila dibentak.
Tidak ciut bila di ancam.

Biarlah, meski kelak tak lagi ada orang yang dapat mendengar curahan hati, masih ada Allah tempat untuk menumpahkan segala cerita atas peristiwa yang terjadi.

26 Juli 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar