Dalam dingin aku dibalutnya.
Dalam panas aku pun didekapnya.
Inilah bagaimana aku merasakan kenikmatan dan kesederhanaan di dalam balutannya.
Mungkin ada yang mengatakan bahwa warnanya membosankan, kainnya kebesaran, seperti karung berjalan, dan terlihat ribet kalau dikenakan.
Ketika aku memilih syar'i.
Saat inilah aku memahami bahwa kesederhanaan adalah hal yang paling utama.
Bahwa dari kesederhanaanlah akan terlahir kata indah.
Berbeda dengan mereka apabila dalam suatu acara.
Ketika yang lain sibuk dalam berhias tuk mempercantik dirinya.
Disini aku bangga dengan pakaian syar'i yang ada.
Selain sebagai pakaian takwa.
Juga merupakan pakaian penjaga dari mata- mata jahil para pria.
Motif yang tak ada.
Dan warna gelap yang selalu ada, tak lah mempunyai arti bahwa sedang di rundung duka.
Tetapi perhiasan adalah sesuatu yang memang harus di jaga oleh setiap wanita.
Keanggunannya, perhiasannya, kecantikannya, dan kemolekkannya cukup dikhususkan bagi mahramnya saja.
Itulah perhiasan dunia.
Yang senantiasa terjaga.
Walau dinilai aneh dan misterius oleh manusia.
Tetap saja ia lah yang ter-istimewa.
📝Ummu Sumayyah
05 Rabiul Awwal 1440 H|13 November 2018 M
Tidak ada komentar:
Posting Komentar